AKURATCO Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan, pemeriksaan berkas dan dokumen persyaratan pendaftaran Partai Demokrat sebagai calon peserta Pemilu 2024 selesai kurang dari satu jam.Pemeriksaan berkas dan dokumen ini diperiksa yang diunggah ke dalam aplikasi SIPOL. Seperti diketahui, Partai Demokrat pada hari ini melakukan pendaftaran calon peserta Pemilu 2024 ke KPU RI pada pukul 14.00 WIB. SaidinaUmar bin al-Khattab telah dilahirkan pada 13 tahun selepas kelahiran junjungan mulia Nabi Muhammad iaitu pada tahun 583 Masihi. Nama sebenar beliau ialah Umar bin al-Khattab bin Naufal. Beliau berketurunan Bani A'di daripada golongan Arab Quraisy. Beliau telah diberi gelaran al-Farouk yang membawa maksud pemisah antara hak dan batil Kalaupun rajin menjelang momen pemilu. Umar bin khattab RA pun pernah memakan roti kering nan keras dibalut madu sebagai pemanis rasa. Demikian pribadi Beliau, namun sangat sedikit yang membahas tentang tata cara Beliau mengelola negara, mengatur pemerintahan. Umar bin Khattab RA tidak butuh staff khusus Khalifah. Umarbin Khattab, sosok pemimpin ideal yang bisa dicontoh untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagaimana dalam hadits bahwa kita manusia, adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas pimpinannya. Untuk menjadi pemimpin yang baik, ada beberapa sifat atau perilaku dari umar bin khattab yang bisa kita terapkan dalam kepemimpinan Dalamsejarah pemerintahan Islam, kita menemukan beberapa cara pemilihan pemimpi kaum muslimin, yaitu: Mandat Implisit dari pemimpin sebelumnya yang dikuatkan dengan baiat. sesungguhnya aku telah menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantiku untuk kalian, maka dengarlah dan taatilah ia. Dan aku senantiasa mengutamakan kebaikan untuk (agama Beginilahcara pemilihan pemimpin di zaman Umar bin KhattabHastag TV khusus menyajikan informasi berupa fakta di balik peristiwa mengejutkan, aneh tapi nyata CaraSayyidina Umar bin Khattab ra dimasukkan oleh Imam Al-Ghazali sebagai cara kedua untuk menilai aib dan kekurangan diri kita sendiri. yakni sebuah cara dengan mencari sahabat jujur yang dapat dipercaya, religius, dan taat pada nilai-nilai agama yang dapat melihat kekurangan kita dan mengamati perilaku kita baik lahir maupun batin, serta Haltersebut menandakan bahwa Umar menomor satukan agama dan akhlak dari calon menantunya itu. Oleh sebab itu, bagi para orangtua pilihlah menantu yang baik agamanya. Jangan hanya memandang faktor fisik dan hartanya saja. Demikianlah ulasan mengenai cara Umar bin Khattab memilih menantunya. Baca Juga: Bacalah Doa ini Agar Urusan Dipermudah. U5E6. Umar bin Khattab adalah pemimpin Islam yang mengenalkan cara pemilihan pemimpin khalifah melalui pengambilan suara terbanyak. Gagasan ini beliau sampaikan pada tahun terakhir kekhilafahan, guna menentukan siapa pemimpin pengganti beliau. Sebetulnya, dalam pandangan pribadi Umar bin Khattab sudah dipetakan dan diperhitungkan siapa yang layak memimpin umat Islam setelah dirinya. Kandidat terkuat ialah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Tapi, jika beliau mengikuti jejak Abu Bakar dengan cara menunjuk pemimpin penggantinya, maka hal itu sulit dilakukan. Sebab, Utsman maupun Ali adalah dua tokoh kepercayaan Rasulullah untuk mencatat firman-firman Allah. Atas dasar pertimbangan itulah beliau menunjuk tokoh-tokoh di antara sahabat Nabi yaitu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah bin Ubaid, Zubayr bin al-Uwam, Sa'd bin Abu Wa'i. Umar tidak melibatkan dalam tim formatur itu, Abdurrahman bin Auf. Sebagaimana beliau tidak menunjuk Said bin Zaid bin Amr bin Nafil karena alasan masih sepupu khalifah sendiri. Padahal Said bin Zaid adalah salah satu dari sepuluh yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah. Namun, oleh sahabat yang lain, dimintakan satu perwakilan dari khalifah Umar. Lalu disepakatilah Abdullah bin Umar Dengan catatan ia memiliki hak suara tapi tidak memiliki hak untuk dipilih. Umar bin Khattab berpesan kepada mereka "Aku tidak menerima perintah untuk menunjuk penggantiku baik di waktu hidupku maupun matiku dengan cara berwasiat. Namun yang pasti aku akan mati. Maka untuk kelangsungan masa depan umat Rasulullah Saw, aku kumpulkan kalian untuk menentukan masa depan kalian." Umar bin Khattab tampaknya sudah memprediksi proses pemilihan khalifah penggantinya akan berlangsung ketat dan alot. Untuk itu, beliau berwasiat agar Suhaib bin Sinan al-Rumi berkenan memimpin shalat jamaah dan berdoa selama tiga hari, sesudah wafat beliau dan sampai ada kesepakatan siapa khalifah pengganti beliau. Ramalan Umar itu terbukti. Sahabat-sahabat yang ditunjuknya membutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikan tugas memilih khalifah ke-3. Pada hari pertama dan kedua, dari 6 orang yang telah ditunjuk semua hadir, terkecuali Talhah bin Ubaid. Sahabat yang lain sempat ragu dan bertanya-tanya tentang sikap Thalhah. Tapi keragu-raguan itu akhirnya terjawab sesudah Thalhah hadir di tengah-tengah mereka. Mula-mula dari tokoh yang hadir, tiga di antaranya memilih Zubair. Tapi Zubair menolak dan melimpahkan tiga suara yang didapatnya kepada Ali. Menantu Rasulullah yang rendah hati inipun menolak dan melimpahkan suara yang diperolehnya kepada Sa'ad. Tapi lagi-lagi karena ketawadhuan Sa'ad beliau malah "melemparkan" suaranya kepada Abdurrahman bin Auf. Hari pertama rapat menghasilkan keputusan yang belum bulat sebab di antara peserta justru memilih tokoh yang tidak termasuk dalam tim formatur yang telah disepakati. Pada hari kedua, tim formatur menghadap Abdurrahman bin Auf untuk menyampaikan hasil keputusan sementara mereka. Tapi Abdurrahman sendiri ketika dikonfirmasi menolak penunjukan dirinya menjadi khalifah. Beliau justru berkata “Di antara kita yang lebih berhak menjadi khalifah ialah Utsman dan Ali." Tim formatur tak puas dengan jawaban Abdurrahman. Sa'ad bin Abu Wa'y selaku juru bicara mendesak agar Abdurrahman memilih salah satu di antara dua tokoh Utsman atau Ali. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya Abdurrahman memilih Utsman bin Affan. Sekalipun sudah ada penegasan Abdurhman tapi ada yang mempertanyakan bagaimana dengan hak suara Thalhah yang belum juga hadir sampai hari kedua rapat? Untunglah pada hari ketiga Thalhah yang sudah dinanti-nanti hadir dalam forum musyawarah sahabat-sahabat Nabi. Ketika ditanya pilihannya, beliau spontan menjatuhkan pilihan kepada Utsman bin Affan. Dengan demikian, suara terbanyak telah menunjuk Utsman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar bin Khattab. Pemilihan ini diikuti dengan pembaitan yang dilakukan oleh 50 sahabat terkemuka kepada khalifah terpilih. Demikianlah kisah pertamakali pemilihan secara langsung al-khalifatur-rasyidun ke-3 dalam sejarah Islam. Walaupun berjalan alot, tapi demi kepentingan bersama, suksesi kepemimpinan dapat dilakukan secara aman dan damai. Semoga kisah ini memberikan inspirasi bagi umat Islam Indonesia dalam menyalurkan hak suara pada Pemilu 2019.