Peranandan Fungsi A. Peranan. Karena masuk dalam gamelan, bonang biasa dimainkan dalam pertunjukan seni seperti wayang. Bahkan kini bonang yang dimainkan dengan gamelan lainnya biasa dimainkan di acara acara lainnya seperti pawai bahkan hingga dilombakan. B. Fungsi. Alat musik gamelan Bonang dahulu memiliki banyak fungsi namun bersifat sakral.
22 Keso-Keso. Alat musik tradisional indonesia yang car memainkanya dengan cara dipetik ini. berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. 23. Akordeon. Jenis alat musik ini dimainkan dengan cara ditarik agar menggerakan udara di. dalam sehingga menghasilkan bunyi. Untuk mengatur tinggi rendahnya suara.
Kesokkesok merupakan instrumen gesek berdawai yang dimainkan secara vertikal sambil duduk. Biasanya orang memainkan alat ini sambil bernyanyi atau bertutur. Berikut ini sejumlah hal yang patut kamu ketahui tentang kesok-kesok, dikutip dari berbagai sumber. Baca Juga: Mengenal Alat-alat Musik Khas Sulawesi Selatan 1. Bentuk dan bahan kesok-kesok
caramemainkan. 1. aceh. serune kalee. aerofon. ditiup serta terdapat lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada. 2. sumatera utara. aramba. ideofon. dipukul dengan menggunakan pemukul khusus. 3. keso - keso. chordofon. digesek pada bagian senar dengan menggunakan alat khusus. 27.
Kesokeso berasal dari Sulawesi Selatan. Cara memainkannya digesek pada bagian senar dengan menggunakan alat khusus. Cara memainkannya ditiup serta terdapat lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada. 2. Saluang berasal dari Sumatera Barat. Serta terdapat lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada.
alatmusik nusantara berdasarkan sumber bungi dan cara memainkan. alat musik nusantara. daftar nama-nama alat musik tradisional indonesia. no. ditiup serta terdapat lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada. 4. riau. keso - keso. chordofon. digesek pada bagian senar dengan menggunakan alat khusus. 27.
Keso-keso: alat musik dari toroja dimainkan dengna cara digesek. § Lembong : alat musik sejenis seruling panjangnya sekira 50-100 cm dan memiliki garis tengah 2 cm dan dan diujung terdapat tanduk kerbau yang bentuknya menyerupai cerobong dan dapat ditemukan di tanah toraja.
Arambadimainkan dengan cara dipukul dengan alat pukulnya tersendiri - serupa alat musik Gong di Pulau Jawa. Baca Juga: Pahlawan Nasional Indonesia Paling Dikenang Sepanjang Masa 12. Gambus. Sumber Gambar: wacana.co. Gambus adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Riau. Memang alat musik ini identik dengan adat Melayu
gHDA. Alat musik adalah suatu alat berupa instrumen yang jika dimainkan dapat mengeluarkan suara atau bunyi tertentu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memainkan alat musik. Salah satunya dengan cara digesek. Berikut ini adalah beberapa contoh alat musik Isi1 1. Biola2 2. Cello3 3. Bass/Contra Bass4 4. Viola5 5. Rebab6 6. Tarawangsa7 7. Tehyan8 8. Arababu9 9. Haegeum10 10. Erhu11 11. Yangqin12 12. Arbab13 13. Sukong14 14. Lagia15 15. Raba / Tello16 16. Keso-Keso17 17. Octobass18 18. Kontra1. BiolaAlat musik gesek yang paling populer karena sering kita lihat dan banyak yang memiliki 4 dawai atau senar. Dimainkan dengan cara digesek menggunakan sebatang busur kayu yang dipasang berhelai-helai rambut kuda. Dawai yang digesek akan beresonansi dengan adanya sepasang rongga udara berbentuk huruf f di badan foto biola memerlukan kepekaan perasaan yang tinggi karena biola tidak memiliki fret atau pembatas nada. Dalam perkembangannya biola menjadi alat musik yang cukup populer untuk dimainkan dalam berbagai aliran juga Cara Bermain Biola2. CelloMerupakan alat musik gesek yang masih termasuk ke dalam keluarga biola. Ukurannya lebih besar dari biola namun lebih kecil dibanding bass. Sebagian besar bahannya terbuat dari kayu dan memiliki 4 dawai atau senar. Memainkannya ditegakkan dalam posisi berdiri dengan penahan logam di bagian bawahnya. Cello berada di antara kedua kaki atau selangkangan pemusik dalam posisi duduk. Digesekkan menggunakan busur, melintang di atas foto adalah alat musik standar dalam perkembangan musik klasik di Eropa. Alat musik ini menjadi tidak lazim dimainkan dalam musik populer masa Bass/Contra BassAlat musik yang mempunyai ukuran paling besar dalam keluarga biola. Bass memiliki 4 dawai yang menghasilkan nada terendah dalam orkestra dimainkan dengan cara berdiri dengan menyandarkan alat ini ke tubuh pemain yang merapat ke depan agar dapat menjangkau foto bas atau bass saja bisa dimainkan dengan digesek ataupun dipetik dibetot. Dalam musik klasik yang lebih menekankan pada sisi akustik, bass dimainkan dengan cara digesek. Pada musik yang lebih modern dengan penekanan untuk menjaga tempo, bass umum dimainkan dengan cara khazanah musik tanah air bas betot atau contra bas ini banyak dimainkan dalam musik keroncong. Selain sebagai penjaga tempo, bass dimainkan untuk memberikan nuansa suara gong ViolaAlat musik gesek yang merupakan varian lain dari biola. Fungsi dan bentuknya sangat mirip dengan biola. Terbuat dari kayu dengan ukuran sedikit lebih besar dari biola. Memainkannya juga sama persis seperti foto biola menghasilkan nada suara sopran atau tenor. Dan cello atau bass berada di nada suara bass, maka viola adalah suara tengah yang menghasilkan nada alto. Ciri suaranya lambat dan dalam dengan nada yang lebih rendah dibanding biola. 5. RebabAdalah salah satu alat musik tradisional Indonesia. Dimainkan dengan cara digesek dengan busur penggesek yang foto dari jazirah Arab dan meluas hingga ke Nusantara. Rebab umumnya berbentuk bulat terbuat dari kayu dengan dilapisi membran dari kulit domba. Biasanya terdiri dari 1 hingga 3 dawai yang secara musikal tidak struktur perangkat musik gamelan, rebab memegang peranan penting. Fungsinya menyelaraskan melodi dasar sebuah tembang menjadi enak TarawangsaAlat musik gesek tradisional khas Jawa Barat. Terbuat dari kayu, memiliki 2 dawai yang akan menghasikan suara dengan cara catatan sejarah, tarawangsa sebenarnya lebih tua keberadaannya dari rebab. Ukurannya lebih tinggi dari rebab, oleh karenanya sering disebut juga rebab juga 10 Contoh Alat Musik PukulMemainkan alat musik ini cukup unik. Dengan 2 senar yang dimiliki, ternyata hanya 1 senar yang digesek, yaitu yang terdekat dengan pemain. Dawai yang satunya lagi dimainkan dengan dipetik menggunakan jari telunjuk tangan TehyanMerupakan alat musik gesek yang diadaptasi dari budaya Tiongkok. Alat musik tradisional khas Betawi ini terbuat dari kayu jati. Bodi atau badannya terbuat dari batok kelapa yang sekaligus berfungsi sebagai tabung resonansi. Terhubung dengan bagian leher yang terbuat dari kayu tempat 2 dawainya foto umumnya bernada dasar A dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini adalah hasil akulturasi adat Betawi dan Tiongkok pada masa itu. Saat ini biasa dimainkan pada ensambel musik khas Betawi, Tanjidor. Kemudian juga dipadukan dengan kesenian gambang kromong, lenong betawi ataupun ArababuAlat musik gesek tradisional khas Maluku yang berdawai satu. Terbuat dari batok kelapa yang menjadi tabung resonansinya. Batang lehernya yang kuat terbuat dari bambu. Sumber foto menyebutkan arababu masuk ke Nusantara dibawa para saudagar Arab. Oleh karenanya mirip rebab dengan ukuran yang lebih kecil. Jika dimainkan suara merdu mengalun terdengar nyaring saat melantunkan lagu-lagu tradisional Ternate. Umumnya dalam sebuah kelompok dengan alat musik khas Maluku Utara lainnya seperti tifa, gong dan HaegeumAda beberapa alat musik yang dikenal berasal dari semenanjung Korea. Salah satunya adalah Haegeum yang termasuk jenis alat musik gesek tradisional khas negeri ginseng itu. Terdiri dari 2 dawai dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan foto dimainkan dengan cara yang cukup unik. Pemusik duduk bersila dengan alat musik tersebut berada khazanah budaya Korea, alat musik dibedakan menjadi alat musik asli pribumi dan alat musik pengaruh Cina. Haegeum termasuk alat musik adaptasi yang diselaraskan dengan cita rasa dan kearifan ErhuSalah satu dari sekian banyak alat musik tradisional asal Tiongkok yang paling populer. Alat musik ini memiliki 2 senar dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur. Sumber musik ini berbentuk heksagon atau oktagon dan bisa juga bulat. Terbuat dari kayu yang dilapisi kulit ular sanca sebagai membran penghasil resonansi. Baca juga 10 Contoh Alat Musik Tiup yang Perlu DiketahuiSaat ini erhu menjadi alat musik utama yang digunakan dalam pagelaran opera tradisional YangqinAlat musik gesek ini berasal dari tanah Tiongkok. Bentuk alat musik ini cukup unik dengan desain yang berbentuk mirip dengan digesek, alat musik Yangqin juga bisa dimainkan dengan dipukul. Bila dilihat sepintas bentuknya mirip kecapi hanya saja Yangqin memiliki badan yang lebih pertunjukan seni Cina klasik, Yangqin menjadi salah satu komponen utama dalam komposisi musik yang disuguhkan. Yangqin memiliki karakter suara yang nyaring dan ketika dimainkan akan menambah daya ekspresi sebuah lagu. 12. ArbabKali ini kita meluncur ke Aceh. Arbab adalah alat musik gesek yang dimiliki oleh bumi Serambi Mekkah. Sumber dilihat sepintas Arbab hampir mirip dengan Rebab. Hanya saja bila Rebab menggunakan bahan dari kayu dan ada lapisan membran dari kulit domba, Arbab menggunakan bahan dari batok kelapa di bagian penggeseknya terbuat dari bahan bambu atau serat rotan. Arbab sering digunakan dalam pertunjukan atau acara adat di Aceh. Pada umumnya Arbab sangat populer digunakan di daerah Pidie, Aceh Barat dan di Aceh Tengah. 13. SukongSukong adalah alat musik gesek dari daerah Betawi. Lagi-lagi ada kemiripan antara Sukong dengan Arbab dan Rebab. Namun bila dibandingkan dengan Rebab maka Sukong berukuran lebih kecil. Sumber menggunakan bahan dari batok kelapa dan kayu di bagian bawahnya yang berfungsi sebagai wadah resonansi. Alat musik ini terdiri dari dua buah senar dengan alat penggesek terbuat dari rambut kuda jantanInstrumen ini sering ditemui dan digunakan untuk pertunjukan khas Betawi seperti Ondel-Ondel atau pementasan Lenong khas Betawi. 14. LagiaAlat musik berikutnya masih dari Indonesia yaitu sebuah alat musik gesek bernama Lagia dari daerah Nias, Sumatera Utara. Sumber bawah Lagia terbuat dari sebuah kayu berukuran besar dan bulat dimana di bagian tengahnya ditancapkan kayu untuk menjadi penopang senar. Lagia hanya menggunakan satu buah senar yang dimainkan dengan menggesek senar tersebut menggunakan busur. Alat musik gesek tradisional ini biasanya ditaruh di tanah saat dimainkan karena ukurannya yang cukup Raba / TelloMasih dari daerah Nias, ada sebuah alat musik gesek yang bernama Raba. Bedanya bila Lagia menggunakan kayu di bagian bawahnya, Raba menggunakan bahan dari tempurung kelapa. Sumber kelapa tersebut kemudian ditancapkan sebatang kayu ditambahkan satu buat senar. Alat ini pun diletakkan di tanah saat dimainkan, sama seperti halnya Lagia. Namun karakter suara Raba lebih rendah atau bass dibandingkan Lagia. 16. Keso-KesoKeso-Keso adalah alat musik gesek khas daerah Sulawesi Selatan. Bentuk Keso-Keso cukup unik dengan bagian bawah seperti buah pir yang berbentuk oval. Sumber bagian bawah juga digunakan lapisan membran terbuat dari kulit hewan yang juga berfungsi sebagai wadah resonansi suara. Untuk memainkan alat musik Keso-Keso cukup menantang karena dibutuhkan keterampilan khusus untuk dapat menghasilkan nada dan suara yang diinginkan. Keso-Keso sering dimainkan saat upacara adat di daerah Sulawesi Selatan sampai dengan saat ini. 17. OctobassOctobass adalah alat musik gesek yang berukuran jauh lebih besar daripada Contrabass. Untuk memainkan alat musik ini pemusik harus menggunakan alat bantu berupa tuas yang ditekan. Sumber alat musik ini jarang digunakan dan kurang populer namun Octobass merupakan sebuah alat musik gesek yang sangat unik karena ukuran dan cara lainnya dengan Contrabass adalah Octobass menggunakan tiga buah dawai. Karakter suara yang dihasilkan Octobass lebih rendah daripada Cello. 18. KontraKontra adalah sebuah alat musik gesek yang mirip dengan Viola. Namun Kontra hanya menggunakan tiga buah dawai. Keunikan lainnya adalah bagian bridge dibuat lebih mendatar. Sumber pemain Kontra dapat menghasilkan chord dari tiga buah senar yang ada. Susunan nada pada masing-masing senar pun sama seperti layaknya Viola. Hanya saja pada alat musik Kontra, senar dengan nada C tidak ada. Sehingga Kontra hanya memiliki nada G – D’ – A’. Alat musik ini sendiri populer di negara Hungaria, Czechoslovakia, Polandia, Slovakia, dan di negara bagian Transylvania. Nah itulah contoh alat musik gesek, buat kamu yang sedang belajar musik semoga lancar yaaa!Sumber
Mendiang maestro sinrilik Syarifuddin Daeng Tutu. Facebook/Fachrul Khairuddin Makassar, IDN Times - Kesenian tradisional merupakan salah satu kekayaan yang menjadi daya tarik Indonesia. Setiap daerah menyimpan ciri khas kesenian yang membudaya di yang lekat dengan kebudayaan tradisional pun tak lepas dari ragam kesenian. Dari sekian bentuk kesenian, alat musik tradisional jadi salah satu identitasnya. Alat musik ini biasanya jadi pengiring dalam berbagai aktivitas kesenian maupun upacara beberapa alat musik tradisional Makassar yang masih bertahan dan umum digunakan hingga sekarang1. GandrangIDN Times / Aan PranataGandrang atau gendang merupakan alat musik tabuh berbentuk tabung kayu yang kedua sisinya dibungkus kulit. Dimainkan dengan dipukul pakai tangan atau tongkat dari tanduk kerbau. Gandrang biasa ditemui pada upacara pernikahan atau acara penyambutan, serta pengiring tari. Baca Juga Gajah Kesepian di Sudut Losari, Saksi Bisu Makassar Dekade 1980-an 2. Keso'keso' musik petik ini tubuhnya terbuat dari batang kayu yang tengahnya berongga. Bagian kosong itu ditutupi kulit yang menghasilkan keso'keso' karena penggunaannya dengan cara menggesekkan kayu pada dua senar yang terbuat dari rambut ekor kuda. Keso'keso' kerap mengiringi pertunjukan sastra lisan Puik puik dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini mirip terompet, terbuat dari kayu besi yang dibuat kerucut dengan beberapa lubang nada. Pangkal pada puik puik terbuat dari lempengan puik menghasilkan suara melalui lipatan daun lontar yang ditiup di sisi kerucut. Alat ini butuh keahlian khusus karena jika meniup dengan sembarang, hanya akan menghasilkan suara yang aneh bahkan sama sekali tidak musik ini di daerah lain dikenal dengan sebutan kecapi. Dimainkan dengan cara dipetik. Kacaping memiliki 2 dawai yang dikaitkan pada kayu berbentuk seperti perahu. Alat musik ini dimainkan pada acara-acara adat seperti upacara pernikahan, penjemputan tamu, atau saat bersenda gurau dengan keluarga. Baca Juga 5 Tokoh di Balik Nama Jalan di Makassar yang Sering Kamu Lalui
Alat Musik Tradisional yang Digesek Untuk sebagai perawalan, berikut ini adalah beberapa contoh alat musik tradisional yang digesek yang kemungkinan dalam penggunaannya masih bisa kita temui hingga saat ini. Mungkin ada alat musik yang tidak saya sebutkan seperti halnya Biola, karena dalam pengkategoriannya sudah termasuk alat musik modern. 1. Keso Keso Gambar alat musik tradisional yang digesek keso keso Keso-keso adalah alat musik tradisional yang digesek asal Sulawesi Selatan yang terkenal karena suara yang dihasilkan indah dan membuat kita ikut merasakan suasana daerah asalnya. Alat musik ini memiliki nama “Keso” karena cara memainkannya digesek, sehingga disebut “keso-keso” namun ada orang yang menyebutnya “Kere-Kere Galang”. Tubuh Keso-keso dimanfaatkan sebagai resonator, terbuat dari kayu nangka pilihan yang dibentuk secara khusus mirip dengan jantung pisang dengan rongga dibagian tengah agar suaranya maksimal. Bagian kosong dari kayu nangka tersebut nantinya akan ditutup membran yang terbuat dari kulit binatang. Alat menggeseknya tidak perlru kayu khusus asalkan kuat, kayu tersebut bisa digunakan sebagai busur untuk menggesek keso-keso. Namun yang terpenting terletak pada benda yang terlihat seperti tali pada busurnya yang ternyata terbuat dari rambut ekor kuda sebagai bahannya. Bunyi yang dihasilkan keso-keso berasal dari gesekan antara senar keso-keso dan rambut ekor kuda pada busur. 2. Sukong Gambar alat musik tradisional yang digesek sukong Sukong adalah alat musik tradisional yang digesek yang digunakan sebagai melodi dalam sebuah pentas musik. Jika dilihat, Sukong memang mirip Rebab gitar dari Arab namun ukurannya lebih kecil. Sukong hanya memiliki 2 senar, tapi jangan salah karena Sukong dimainkan dengan cara digesek, bukan dipetik. Sukong berukuran seperti tempurung kelapa yang tebal daging buahnya 1,5 cm. Nada dasar Sukong adalah G, oleh karena itu Sukong bisa dibilang sebagai bass pada kesenian Gambang Keromong. Dulunya kita bisa menjumpai kesenian ini di beberapa daerah Tangerang pesisir Kota dan seringnya penggunaan Sukong ada pada kesenian Gambang Keromong saja. Baca Juga √ Artikel Tari Giring Giring Kalimantan Tengah 3. Tehyan Gambar alat musik tradisional yang digesek tehyan Tehyan juga merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digesek dari Jakarta. Ciri yang bisa anda temukan di alat musik ini yaitu bentuknya yang serupa dengan rangka manusia dari badan hingga pinggul. Nada yang dihasilkan alat musik ini Diatonis dan pada saat memainkannya kita hanya bisa mengandalkan perasaan untuk mengambil nada selanjutnya. Alat musik tradisional gesek ini bisa dibilang cukup sulit, berebeda dengan alat musik lainnya. Tehyan dimainkan dengan cara digesek pada bagian dawainya layaknya Biola. Tehyan memiliki jenis lain seperti Sukong dan Kongahyan. Perbedaan yang menonjol bisa dilihat dari bentuk ukurannya Sukong Bernada dasar G dengan ukuran paling besar sebagai Bass Kongahyan Bernada dasar G dengan ukuran paling kecil sebagai melodi Tehyan Bernada dasar A dan ukuran standar sebagai ritme Di era modern seperti sekarang, alat musik tradisional yang digesek semacam Tehyan sudah jarang bisa dilihat dan jika memang ada sekalipun kebanyakan dari pemainnya adalah orang yang sudah lanjut usia. Hal ini bisa terjadi dikarenakan kurangnya minat remaja untuk mempelajari dan adanya alat musik modern yang mungkin lebih menarik. 4. Arababu Gambar alat musik tradisional yang digesek arababu Arababu adalah alat musik tradisional yang digesek dari Sulawesi Utara. Jika dilihat dari bentuk dan cara memainkannya mirip dengan alat musik Rebab. Alat musik Arababu berkembang di Maluku sejak para pedagang Arab datang dan menetap di Indonesia, seiring berkembangnya zaman Rebab berevolusi dan mendapat sedikit modifikasi hingga akhirnya terciptalah Arababu. Permainan Arababu Arababu merupakan alat musik tradisional yang digesek dan menghasilkan suara melodis. Alat musik ini hanya memiliki 1 senar. Ditambah lagi, Arababu memiliki pegangan yang terbuat dari bambu dan tempurung kelapa yang fungsinya sebagai tempat resonansi. Dari suara yang dihasilkan, Arababu tak kalah dari Rebab asli Arab, namun ukuran Arababu memang kalah besar jika dibandingkan dengan Rebab. Alat yang digunakan untuk menggesek Arababu juga berbentuk busur dengan 1 senar semacambusur panah dengan bentuk yang disesuaikan. 5. Rebab / Lengek Gambar alat musik tradisional yang digesek lengek Rebab adalah alat musik tradisional yang digesek dari Jawa barat, banyak orang yang berpendapat bahwa rebab mirip alat musik Tarawangsa, namun perebedaannya hanya pada bentuk dan penggunaannya saja. Ukuran Rebab relatif kecil, memiliki badan yang bulat dan leher panjang, namun tidak ada papan nada. Rebab dari Jawa barat ini dibuat tegak dan busur untuk menggeseknya lebih melengkung daripada busur biola. Dalam bahasa sunda, Rebab dikenal dengan sebutan lengek dan orang memainkan lengek disebut ngalengek. Dalam sejarah Gamelan, Rebab / lengek merupakan salah satu instrumen musik yang penting untuk menghiasi melodi dasar. Memainkan Rebab juga tidak bisa asal-asalan, penyesuaian ritme, tempo, dan frasa juga merupakan tugas dari pemain rebab. 6. Tarawangsa Gambar alat musik tradisional yang digesek tarawangsa Alat musik tradisional Tarawangsa berumur lebih tua daripada Rebab, seperti yang sudah saya sebut diatas. Pada awal abad ke-18, menurut naskah kuno Sewaka Darma, Tarawangsa sudah dipergunakan sebagai alat musik tradisional sedangkan Rebab muncul di tanah jawa pada sekitar abad 15-16, dan itupun diadaptasikan dari alat gesek Arab. Pada saat itu, Tarawangsa biasa dipanggil Rebab Jangkung karena ukurannya yang lebih tinggi daripada Rebab . Namun Tarawangsa berbeda dibandingkan Rebab, meskipun fisiknya sama. Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek serta menggunakan laras pelog. Ada beberapa lagu yang biasa dimainkan dengan menggunakan alat musik ini, antara lain Jemplang, Saur, Mataraman, Iring-iringan Tonggeret, Bangun, Limbangan, Karatonan, Lalayaan, Buncis, Degung, Sirnagalih, Reundeu, Pangairan, Dengdo, Angin-angin, Panglima, Pagelaran, Ayun Ambing, Reundeuh Reundang, Kembang Gadung, Legon koromongan, dan Onde. Musik yang diatas adalah musik pilihan yang tidak termasuk musik pokok. Ada beberapa lagu yang diyakini masyarakat pada zaman itu sakral dan memanggil Dewi Sri. Sayangnya kurangnya minat generasi membuat alat musik tradisional yang digesek ini semakin sulit ditemukan. 7. Arbab Gambar alat musik tradisional yang digesek arbab Arbab, sebuah alat musik tradisional yang digesek dari Aceh, alat musik ini biasa digunakan dalam beberapa acara pertunjukkan hiburan rakyat seperti ketika ada pasar malam atau pawai. Arbab terdiri dari 2 bagian yaitu tubuh dan alat geseknya. Arbab juga pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Lagu yang dibawakan biasanya berupa cerita pendek yang diselingi dengan humor ringan yang mudah ditangkap pendengarnya. Membuat Arbab & Penggeseknya Menurut infonya, Arbab terbuat dari tempurung kelapa, kulit binatang kambing, kayu dan senar dalam pembuatannya. Sedangkan untuk alat gesek yang berbentuk berbentuk busur tersebut terbuat dari serat tumbuhan, rotan dan kayu. Bisa dibilang benda ini merupakan hasil kreatifitas tangan dari Aceh. Baca Juga √ Artikel Tari Mandau Kesenian Tradisional Dayak, Kalimantan Tengah 8. Rabab Gambar alat musik tradisional yang digesek rabab Musik dari Sumatera Barat Memang tidak asing lagi dikenal ditelinga kita, Rabab merupakan alat musik adaptasi dari Arab yaitu Rebab. Sama seperti di Deli, Sunda dan lainnya, Rabab Minang juga unik, selain dimainkan dengan cara digesek, Rabab juga menghasilkan suara yang muncul dibawah bridge yang berasal dari membran. Dengan adanya membran tersebut, suara yang dihasilkan seperti ada efek suara serak. Sifat ini juga menyebabkan cara menggesek Rabab terbilang sulit. Alat musik Rabab terbuat dari batok kelapa, sehingga membuat tekstur Rabab sedikit “keset”. Dalam permainannya, ada beberapa komposisi dalam memainkan lagu tergantung kepada lagu yang ingin dimainkan, lagu yang bersifat kaba dijadikan pokok. Lagu yang tercipta biasanya merupakan gagasan yang berasal dari pikiran komunitas masyarakat yang ada di daerah yang sama.